Internasional Webinar dengan tema tentang Seni dan Pendidikan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran Yogyakarta berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan seni di negara Singapura (Palettelab) dan IIQ An Nur Yogyakarta.
Narasumber yang dihadirkan adalah Norhidaya Abdullah dari Singapura, Ranu Nada Irfani, MA. Dari STAISPA Indonesia, dan Nindya Rachman Pranajati, M.Pd. dari IIQ An Nur Yogyakarta Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Kaprodi PGMI STAISPA, H. Azka Sya’bana, M.Pd. dan diikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura dan Australia. Kebanyakan peserta internasional webinar ini adalah mahasiswa prodi PGMI, guru sekolah dasar di Singapura dan ada juga dari Australia.
Narasumber yang merupakan praktisi dan akademisi dibidang seni untuk anak usia sekolah dasar membahas tentang pentingnya pendidikan seni. Norhidaya Abdullah sebagai praktisi seni rupa di Singapura menjelaskan beberapa program Pendidikan seni rupa yang dilaksanakan untuk anak usia dasar di Singapura. Palettelab sebagai Lembaga Pendidikan seni menjadi partner sekolah di Singapura untuk mengasah kemampuan seni rupa baik terapan dua dimensi maupun tiga dimensi. Hal ini untuk mengasah kreativitas siswa. Ranu Nana, seorang akademisi / Dosen di STAISPA yang juga praktisi seni musik menyampaikan tentang kecerdasan musikal. Setiap anak / manusia menurut beliau memiliki jiwa seni yang itu bisa dikembangkan untuk menunjang bidang lainnya. Nindya Rachman memaparkan dari segi regulasi Pendidikan seni di Indonesia. Dalam kurikulum merdeka yang dietrapkan di Indonesia ini memberikan porsi materi seni di Lembaga Pendidikan dasar. Bahkan, seni ini sudah masuk dalam kurikulum-kurikulum yang berlaku sebelumnya di Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa kecerdasan dibidang seni sangat diperlukan untuk memberikan kreatifitas dalam mengembangkan kemampuan lainnya yang membutuhkan sentuhan seni / art.
