Bantul, 8 Agustus 2023 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta melaksanakan kegiatan Sosialisasi Visi Keilmuan dan Tujuan Program Studi secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 13.00–15.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan kampus dan fakultas, yakni Wakil Rektor I IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. H. Munjahid, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Lina, M.Pd., serta Kaprodi PGMI, Samsudin, M.Pd. Turut hadir pula para alumni, pengguna lulusan, dan mitra pendidikan dari berbagai lembaga, di antaranya Kepala MI An Nur, Kepala MIN 2 Bantul, dan Kepala SD Samawi Bantul.
Komitmen Penguatan Arah Keilmuan Berbasis Nilai Al-Qur’an dan Kepesantrenan
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Dr. H. Munjahid, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya kampus menjaga kesinambungan mutu akademik dan memastikan arah pengembangan kurikulum berbasis pada nilai-nilai Al-Qur’an dan kepesantrenan.
“IIQ An Nur menempatkan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai ruh keilmuan. PGMI menjadi garda depan dalam mencetak guru-guru madrasah ibtidaiyah yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Lina, M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk transparansi akademik. Ia menyebut bahwa seluruh civitas akademika, alumni, dan pengguna lulusan perlu memahami visi dan tujuan keilmuan Prodi PGMI agar arah pengembangan program studi tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan dasar Islam.
“Visi keilmuan bukan hanya dokumen administratif, melainkan panduan gerak kita bersama. Fakultas Tarbiyah berkomitmen menghadirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berjiwa Qur’ani dan profesional,” tegasnya.
Visi Keilmuan PGMI: Unggul dan Inovatif dalam Pendidikan Qur’ani
Dalam sesi utama, Kaprodi PGMI, Samsudin, M.Pd., memaparkan Visi Keilmuan Prodi PGMI IIQ An Nur, sebagaimana tertuang dalam dokumen kurikulum 2023 yang mengacu pada kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).
Visi tersebut berbunyi:
“Unggul dan Inovatif dalam Pengembangan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah yang Profesional, Berbasis Nilai-nilai Al-Qur’an dan Kepesantrenan.”
Samsudin menjelaskan bahwa visi tersebut menegaskan karakter unik Prodi PGMI IIQ An Nur yang tidak hanya menyiapkan calon guru madrasah ibtidaiyah, tetapi juga pendidik Qur’ani yang mengintegrasikan aspek keilmuan, spiritualitas, dan kompetensi profesional.
“Kami mengembangkan kurikulum yang berlandaskan tiga pilar utama: keagamaan, riset dan publikasi, serta literasi digital. Melalui ketiganya, mahasiswa dibimbing menjadi guru yang adaptif, religius, dan mampu menjadi problem solver di masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam proses pembelajaran, Prodi PGMI menerapkan pendekatan Student Centered Learning (SCL) dengan berbagai metode aktif seperti diskusi kelompok kecil, studi kasus, praktik laboratorium, simulasi, dan microteaching.
Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Qur’ani dalam praktik pembelajaran nyata di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Tujuan Keilmuan dan Profil Lulusan: Menjadi Guru Qur’ani Profesional
Selain visi, sosialisasi ini juga memaparkan tujuan keilmuan Prodi PGMI, yang termuat dalam dokumen kurikulum resmi Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta (2023).
Tujuan umumnya adalah:
“Menghasilkan sarjana PGMI yang profesional, unggul, dan inovatif berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan kepesantrenan.”
Adapun tujuan khusus meliputi:
- Menyiapkan sarjana PGMI yang berkemampuan akademik profesional dan berkarakter Qur’ani;
- Menghasilkan guru madrasah ibtidaiyah yang siap berkompetisi di era global;
- Membentuk lulusan beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan kewirausahaan;
- Menghasilkan pendidik yang mampu mengembangkan pendidikan di madrasah ibtidaiyah secara inovatif;
- Mengembangkan pola kemitraan dengan lembaga pendidikan dan organisasi profesi guru;
- Menjadikan PGMI sebagai pusat studi unggul di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis nilai Al-Qur’an.
Samsudin menambahkan bahwa profil lulusan Prodi PGMI terbagi dalam tiga ranah utama, yaitu:
Calon Pendidik MI/SD — Guru kelas profesional yang menguasai bidang pelajaran umum (Bahasa Indonesia, PPKn, IPA, IPS, dan Matematika) berlandaskan etika keislaman dan kepesantrenan.
Asisten Peneliti — Lulusan yang mampu melakukan penelitian pendidikan dasar Islam dan publikasi ilmiah berbasis nilai Qur’ani.
Pengembang Bahan Ajar — Tenaga pendidik yang mampu merancang media dan bahan ajar kreatif sesuai kebutuhan madrasah dan sekolah dasar modern.
Kurikulum Berbasis MBKM dan Nilai Qur’ani
Dalam pemaparan lanjutan, Dekan Dr. Lina, M.Pd., menjelaskan bahwa dokumen kurikulum terbaru Prodi PGMI telah mengadopsi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi hingga tiga semester.
“Kurikulum kita memberi kesempatan mahasiswa mengikuti kegiatan seperti magang, proyek kemanusiaan, penelitian, asistensi mengajar, atau wirausaha pendidikan. Semua diarahkan untuk memperkuat profil lulusan yang mandiri, berjiwa edukatif, dan berakhlak Qur’ani,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa proses pembelajaran didesain dengan karakteristik interaktif, integratif, kolaboratif, saintifik, kontekstual, dan holistik.
Kombinasi pendekatan ini diyakini mampu menciptakan suasana akademik yang kondusif dan mendorong mahasiswa aktif berpikir kritis, kreatif, serta inovatif dalam menyelesaikan masalah pendidikan dasar Islam.
Masukan dari Alumni dan Mitra Sekolah
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi forum dialog terbuka antara pihak kampus dan para pengguna lulusan.
Kepala MI An Nur menyampaikan bahwa lulusan PGMI IIQ An Nur dikenal memiliki karakter santun dan kompetensi mengajar yang baik, sehingga menjadi aset penting di madrasah-madrasah binaan.
Kepala MIN 2 Bantul menyoroti pentingnya penguatan keterampilan teknologi pembelajaran bagi calon guru madrasah di era digital.
Sementara Kepala SD Samawi mengapresiasi model kurikulum PGMI yang menyeimbangkan aspek akademik, keagamaan, dan sosial.
Salah satu alumni PGMI, Nurul Hidayati, S.Pd.I., turut menyampaikan kesannya,
“Kami merasa bangga menjadi bagian dari PGMI IIQ An Nur. Nilai Qur’ani dan kepesantrenan yang ditanamkan benar-benar menjadi pedoman dalam praktik mengajar kami di sekolah.”
Peneguhan Komitmen Bersama
Menutup kegiatan, Wakil Rektor I, Dr. H. Munjahid, menegaskan kembali bahwa sinergi antara kampus, alumni, dan mitra sekolah adalah kunci keberlanjutan mutu pendidikan Islam.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas akademik. IIQ An Nur berkomitmen melahirkan lulusan PGMI yang Qur’ani, unggul, dan siap memimpin perubahan di dunia pendidikan dasar,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama dua jam ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama seluruh peserta di layar Zoom.
Sosialisasi visi keilmuan dan tujuan program studi ini tidak hanya memperkuat posisi PGMI IIQ An Nur sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul dan inovatif, tetapi juga meneguhkan peran strategisnya dalam mencetak generasi pendidik madrasah yang profesional, berakhlak mulia, dan berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Reporter: Tim Humas Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur
Editor: Redaksi Website IIQ An Nur Yogyakarta
Publikasi: www.iiq-annur.ac.id

