Mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta Isi Khutbah Jumat di MAN 2 Bantul sebagai Implementasi Kompetensi Dakwah

WhatsApp Image 2026 08 02 at 4.29.42 PM - Mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta Isi Khutbah Jumat di MAN 2 Bantul sebagai Implementasi Kompetensi Dakwah

Bantul – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta kembali menunjukkan kompetensinya dalam bidang keislaman melalui kegiatan praktik dakwah di lingkungan madrasah. Salah satu mahasiswa PLP memperoleh kesempatan menjadi khatib pada pelaksanaan salat Jumat di Masjid MAN 2 Bantul pada Jumat (31/7/2026).

Kepercayaan tersebut diberikan kepada Akhmad Jajuli, mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta, sebagai bagian dari implementasi kompetensi akademik dan penguatan kemampuan berdakwah yang dikembangkan selama mengikuti proses pendidikan di Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan ilmu keislaman, kemampuan komunikasi publik, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam khutbahnya, Akhmad Jajuli mengangkat tema “Perdagangan yang Menyelamatkan di Akhirat” yang berlandaskan pada firman Allah SWT dalam QS. Ash-Shaff ayat 10–12. Melalui tema tersebut, ia mengajak jamaah untuk merefleksikan bekal kehidupan yang mampu mengantarkan manusia kepada keselamatan di akhirat.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan harta, jabatan, maupun popularitas tidak akan menjadi penolong ketika manusia menghadap Allah Swt. Bekal yang akan memberikan manfaat adalah keimanan yang kokoh dan amal saleh yang dilakukan secara ikhlas selama hidup di dunia.

Mengacu pada kandungan QS. Ash-Shaff ayat 10–12, khatib menjelaskan bahwa Allah menawarkan sebuah “perdagangan” yang tidak akan mengalami kerugian, yaitu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa. Keuntungan dari perdagangan tersebut bukan berupa materi, melainkan ampunan dosa dan balasan surga sebagai kemenangan yang agung.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa makna jihad tidak terbatas pada peperangan, tetapi mencakup seluruh bentuk kesungguhan dalam menaati perintah Allah. Seorang ayah yang bekerja secara halal demi menafkahi keluarganya, seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan akhlak mulia, seorang pelajar yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, hingga setiap muslim yang berjuang melawan hawa nafsunya merupakan bagian dari implementasi jihad dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materinya, khatib juga mengutip pandangan Imam Fakhruddin Ar-Razi yang menjelaskan bahwa jihad memiliki tiga dimensi utama, yaitu jihad melawan hawa nafsu, jihad dalam membangun hubungan sosial yang dilandasi kasih sayang dan kepedulian, serta jihad dengan menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal untuk meraih kebahagiaan akhirat.

Menutup khutbahnya, Akhmad Jajuli mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan dan meningkatkan amal saleh sebagai fondasi utama memperoleh keselamatan di akhirat. Menurutnya, iman merupakan akar yang menopang kehidupan seorang muslim, sedangkan amal saleh menjadi buah yang mencerminkan kualitas keimanan tersebut.

Pelaksanaan khutbah Jumat berlangsung dengan khidmat dan mendapat respons positif dari jamaah. Bagi mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan kompetensi dakwah yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan mitra.

Melalui kegiatan PLP, Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta terus berkomitmen mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan dakwah yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.