Sinergi Mahasiswa PLP IIQ An Nur dalam Penguatan Budaya Lingkungan: DampingiSiswa MTs TQ El-MunaQ pada Program Ecobrick Menuju Adiwiyata

WhatsApp Image 2026 08 11 at 2.20.36 PM - Sinergi Mahasiswa PLP IIQ An Nur dalam Penguatan Budaya Lingkungan: DampingiSiswa MTs TQ El-MunaQ pada Program Ecobrick Menuju Adiwiyata

PAJANGAN, BANTUL — Sebagai bentuk implementasi nyata dari program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), mahasiswa Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta berpartisipasi aktif dalam upaya penguatan budaya peduli lingkungan di MTs TQ El-MunaQ, Pajangan, Bantul. Pada Sabtu (1/8/2026), para mahasiswa mendampingi siswa dalam praktik pembuatan ecobrick sebagai upaya strategis madrasah dalam mempersiapkan diri menuju Program Adiwiyata Tingkat 1 Kabupaten Bantul.

Partisipasi delapan mahasiswa PLP IIQ An Nur difokuskan pada edukasi teknis pengolahan limbah plastik menjadi ecobrick. Proses ini dilakukan dengan memasukkan serta memadatkan sampah plastik ke dalam botol bekas secara sistematis. Kegiatan tersebut menjadi krusial mengingat MTs TQ El-MunaQ saat ini tengah menjalankan mandat sebagai madrasah terpilih oleh Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mengikuti penilaian program Adiwiyata.

Dalam manajemen operasionalnya, program ini melibatkan 20 tenaga pendidik MTs TQ El-MunaQ yang terbagi ke dalam beberapa tim kerja. Ibu Mustahiqqul Jannah, S.Pd., selaku koordinator umum program, menunjuk Bapak Faza Muhammad Tamyiz Abdulloh, M.Or., untuk memfasilitasi aspek teknis ecobrick bersama mahasiswa PLP IIQ An Nur. Siswa kemudian dikelompokkan ke dalam unit-unit kecil—salah satunya siswa kelas VII A—untuk memastikan efektivitas pendampingan dan praktik langsung.

Bapak Faza Muhammad Tamyiz Abdulloh, M.Or., menekankan urgensi pemilihan ecobrick sebagai materi edukasi lingkungan. Menurutnya, metode ini merupakan instrumen pembelajaran kontekstual yang efektif.

Ecobrick tidak sekadar mengedukasi siswa mengenai strategi reduksi sampah plastik, namun juga memberikan pengalaman empiris bahwa limbah memiliki nilai guna (value-added) yang tinggi apabila diolah dengan tepat,” jelas Bapak Faza.

Hasil karya ecobrick ini nantinya direncanakan untuk dialihfungsikan menjadi sarana prasarana penunjang lingkungan madrasah yang edukatif, seperti furnitur taman (kursi dan meja). Hal ini merepresentasikan keberlanjutan program yang tidak berhenti pada aspek pengolahan, namun hingga ke tahap pemanfaatan hasil akhir.

Sejalan dengan visi tersebut, keterlibatan mahasiswa PLP IIQ An Nur dalam program ini merupakan manifestasi dari pengembangan kompetensi pendampingan peserta didik. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pengalaman mengajar di kelas, tetapi juga harus mampu terlibat aktif dalam pengembangan budaya organisasi pendidikan yang positif.

Program ini merupakan langkah awal dari rangkaian panjang upaya MTs TQ El-MunaQ dalam menciptakan ekosistem madrasah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, madrasah akan melanjutkan inisiatif ini dengan pengembangan program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pembangunan saung literasi lingkungan yang dijadwalkan berjalan secara bertahap selama satu tahun.

Melalui sinergi antara pihak madrasah dan mahasiswa praktikan, diharapkan kesadaran ekologis warga madrasah dapat tertanam secara konsisten. Inisiatif ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap pelestarian lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana, namun berdampak signifikan bagi keberlangsungan lingkungan pendidikan yang edukatif dan berwawasan lingkungan.

WhatsApp Image 2026 08 12 at 16.42.52 - Sinergi Mahasiswa PLP IIQ An Nur dalam Penguatan Budaya Lingkungan: DampingiSiswa MTs TQ El-MunaQ pada Program Ecobrick Menuju Adiwiyata