Bantul — Mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta turut berperan dalam mendampingi berbagai kegiatan pembiasaan keagamaan siswa di MA TQ El Muna Q, Bantul. Keterlibatan tersebut tidak hanya berlangsung dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pendampingan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari budaya madrasah.
Mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta bersama siswa MA TQ El Muna Q mengikuti kegiatan pembiasaan keagamaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan pembiasaan pagi dilaksanakan secara rutin setiap pukul 07.00–07.15 WIB. Siswa bersama guru dan mahasiswa PLP mengikuti rangkaian aktivitas keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut antara lain berupa ziyadah atau penambahan hafalan Al-Qur’an serta pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama.
Pembiasaan ziyadah menjadi salah satu strategi yang diterapkan madrasah untuk mendukung pencapaian target hafalan Al-Qur’an siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu antara lingkungan sekolah dan pondok sehingga siswa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Dalam tiga tahun pendidikan di tingkat MTs dan MA, siswa ditargetkan memiliki hafalan sekurang-kurangnya 15 juz.
Membentuk Kedisiplinan dan Karakter Keagamaan
Keterlibatan mahasiswa PLP dalam pembiasaan pagi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran akademik, tetapi juga belajar memahami budaya madrasah dan mendampingi proses pembentukan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun kedisiplinan, menjaga hafalan Al-Qur’an, serta membiasakan diri mengawali aktivitas pembelajaran dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Pada saat yang sama, mahasiswa PLP memperoleh pengalaman pedagogis dan sosial melalui interaksi langsung dengan siswa dalam lingkungan pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman.

Mahasiswa PLP mendampingi siswa dalam pelaksanaan pembiasaan pagi dan kegiatan keagamaan di lingkungan MA TQ El Muna Q.
Simaan Al-Qur’an sebagai Penguatan Hafalan dan Keberanian
Selain pembiasaan pagi, mahasiswa PLP juga terlibat dalam kegiatan simaan Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kegiatan simaan dilaksanakan setelah pembiasaan pagi dengan materi sebanyak dua juz. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua majelis yang bertempat di Gedung MM dan pendopo.
Kegiatan simaan tidak hanya diarahkan untuk menjaga dan mengevaluasi hafalan siswa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih keberanian siswa dalam membaca Al-Qur’an di hadapan teman-temannya. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kemampuan membaca dan menjaga hafalan Al-Qur’an.
Milla Zulfatul ‘Aufa, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah MA TQ El Muna Q, menjelaskan bahwa simaan diarahkan agar capaian siswa tidak berhenti pada ziyadah dan khatam, tetapi juga mencakup kemampuan mempertahankan hafalan melalui kegiatan penyimakan serta melatih kesiapan mental siswa.
Pemilihan hari Sabtu sebagai waktu pelaksanaan simaan berkaitan dengan agenda sambangan yang juga dilaksanakan pada hari yang sama. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat melibatkan orang tua sebagai penyimak sehingga perkembangan hafalan dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat diketahui secara lebih langsung oleh keluarga.

Aktivitas mahasiswa PLP bersama siswa dalam rangkaian kegiatan pembinaan dan penguatan budaya keagamaan di MA TQ El Muna Q.
Menumbuhkan Kepedulian melalui Roan dan Sambangan
Setelah kegiatan simaan, rangkaian aktivitas dilanjutkan dengan roan atau kerja bakti. Siswa bersama-sama membersihkan dan menata lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa PLP untuk berinteraksi dengan siswa dalam suasana yang berbeda dari kegiatan pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan roan, nilai tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebersamaan dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan sambangan yang menjadi salah satu ruang interaksi antara siswa, mahasiswa PLP, dan lingkungan pondok.
PLP sebagai Ruang Pembelajaran Kontekstual bagi Mahasiswa
Keterlibatan mahasiswa PLP dalam berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa praktik lapangan di satuan pendidikan memiliki cakupan yang lebih luas daripada praktik mengajar di kelas. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami karakteristik siswa, budaya madrasah, pola pembiasaan keagamaan, serta dinamika interaksi antara warga sekolah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi calon pendidik. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan pedagogis dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, tetapi juga perlu memahami konteks sosial, budaya, dan nilai yang berkembang di lingkungan pendidikan.
Bagi mahasiswa PLP IIQ An Nur Yogyakarta, keterlibatan bersama siswa MA TQ El Muna Q menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan teori kependidikan dengan praktik nyata di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar mengambil peran dalam mendampingi proses pendidikan sekaligus membangun hubungan edukatif dengan siswa.
Pada akhirnya, rangkaian kegiatan pembiasaan pagi, ziyadah, Asmaul Husna, simaan Al-Qur’an, roan, dan sambangan menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui praktik yang dilakukan secara konsisten. Keterlibatan mahasiswa PLP di dalamnya menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual yang memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa yang religius, disiplin, percaya diri, peduli, dan memiliki semangat kebersamaan.
