Bantul, 30 Juli 2025—Setelah mendapatkan pembekalan pada Rabu (16/07/2025), para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta mulai diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra pada Selasa dan Rabu (28–29/07/2025). Dengan demikian, para mahasiswa dapat langsung memulai hari pertama praktik mereka di sekolah masing-masing pada hari berikutnya.
Dekan Fakultas Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Lina, M.Pd., saat dimintai konfirmasi menyampaikan bahwa peserta PPL tahun 2025 berjumlah 83 mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 11 kelompok dan ditempatkan di 11 sekolah mitra yang tersebar di wilayah Kabupaten Bantul.
Adapun ke-11 sekolah mitra tersebut meliputi MAN 1 Bantul, MAN 2 Bantul, MAN 3 Bantul, SMAN 1 Sewon, MAS Unggulan Al-Imdad, SMKN 1 Bantul, SMAN 1 Bambanglipuro, SDN 1 Bantul, MIN 1 Bantul, MIN 3 Bantul, dan SDN Bakalan.
Para mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing saat tiba di sekolah masing-masing. Dosen pembimbing tersebut terdiri dari Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Dr. Muh. Subhan Azhari, Lc., M.Pd.I., Muchamad Mufid, M.Pd., Ahmad Shofiyuddin Ichsan, M.A., M.Pd., Hadi Muhtarom, M.Pd., Ali Mustaqim, M.Pd.I., Bagus Mahardika, M.A., Maghfur MR, M.Ag., Nindya Rachman P., M.Pd., Samsudin, M.Pd.I., dan Ahmad Dwi Nur Khalim, M.Pd.
Lina menjelaskan bahwa program PPL bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa secara langsung pada dunia kerja, khususnya di bidang pendidikan.
“Selama ini, mereka mendapatkan teori di kelas, dan melalui PPL inilah mereka diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik,” ujarnya.
“Kami berharap, mereka bisa belajar langsung dari para praktisi pendidikan di sekolah, sekaligus memahami dinamika yang terjadi di lapangan. Inilah saatnya mereka menguji teori-teori yang telah dipelajari. Saya yakin, setelah mengikuti PPL, mereka akan memiliki kesimpulan masing-masing tentang sejauh apa teori mampu diterapkan dalam praktik,” tambahnya.
Selama masa dua bulan PPL, para mahasiswa akan melaksanakan tugas sebagai pengajar di sekolah masing-masing. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, mereka diwajibkan menyusun dokumentasi kegiatan harian dalam bentuk video. Selain itu, di akhir program, setiap kelompok juga diminta untuk menyusun laporan akhir secara tertulis. [MAF].
