Salam Pagi di MTsN 4 Bantul: Pembiasaan Karakter dan Penguatan Interaksi Edukatif melalui Keterlibatan Mahasiswa PLP

MTs 2 - Salam Pagi di MTsN 4 Bantul: Pembiasaan Karakter dan Penguatan Interaksi Edukatif melalui Keterlibatan Mahasiswa PLP

Bantul – Aktivitas pendidikan di MTsN 4 Bantul tidak hanya dimulai melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Sejak pagi, sekolah telah membangun suasana yang mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan Salam Pagi. Dalam kegiatan tersebut, guru bersama mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) menyambut kedatangan siswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan Salam Pagi dilaksanakan setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Para siswa yang datang ke sekolah bersalaman dan menyapa guru serta mahasiswa PLP yang bertugas. Kegiatan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 07.00 dan dilaksanakan secara bergantian oleh guru serta mahasiswa PLP sesuai dengan jadwal piket.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MTsN 4 Bantul, Bapak Kaharja, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Salam Pagi merupakan salah satu bentuk pembiasaan yang dilakukan untuk menyambut siswa sekaligus membangun kedekatan antara guru dan peserta didik.

“Tujuan utamanya yaitu menyambut kedatangan siswa, membangun ikatan kedekatan antara guru dan siswa, kemudian memberikan motivasi kepada siswa pada pagi hari agar lebih bersemangat dalam belajar,” ujar Kaharja.

Selain menjadi bentuk penyambutan, Salam Pagi diarahkan untuk membiasakan peserta didik menerapkan budaya salam, senyum, dan sapa dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan tersebut memiliki relevansi dengan pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan sikap sopan, santun, dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

Interaksi sederhana melalui kegiatan bersalaman dan menyapa juga memberikan ruang bagi guru untuk membangun komunikasi interpersonal dengan siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung. Lingkungan interaksi yang positif sejak awal kedatangan diharapkan dapat membantu menciptakan suasana sekolah yang lebih nyaman dan mendukung kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.

Tantangan Pelaksanaan dan Komitmen Sekolah

Pelaksanaan Salam Pagi juga memiliki tantangan, terutama berkaitan dengan waktu kedatangan guru. Sebagian siswa telah tiba di madrasah sebelum pukul 06.00 sehingga guru yang mendapat jadwal piket perlu hadir lebih awal untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Karena anak-anak banyak yang datang pagi, bapak dan ibu guru juga perlu menyesuaikan waktu keberangkatan agar dapat hadir sebelum pukul 06.00,” ungkap Kaharja.

Meskipun terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan beberapa guru tidak dapat hadir tepat waktu, pelaksanaan Salam Pagi secara umum tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut menunjukkan adanya komitmen sekolah dalam mempertahankan kegiatan pembiasaan sebagai bagian dari budaya positif di lingkungan madrasah.

Memperkuat Kedekatan Guru dan Siswa

Bapak Kaharja berharap kegiatan Salam Pagi dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari budaya sekolah. Menurutnya, kebiasaan menyapa siswa pada pagi hari tidak hanya berfungsi memberikan motivasi sebelum pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kedekatan dan membangun hubungan yang positif antara guru dan siswa.

MTs 2 - Salam Pagi di MTsN 4 Bantul: Pembiasaan Karakter dan Penguatan Interaksi Edukatif melalui Keterlibatan Mahasiswa PLP

“Harapannya tetap terjaga. Menyapa siswa pada pagi hari memberikan motivasi agar siswa bersemangat. Selain itu, kegiatan ini juga menjaga hubungan antara guru dan siswa agar tetap dekat. Sikap sopan, santun, dan sapa dapat diterapkan di sekolah,” tuturnya.

Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan dalam kegiatan Salam Pagi menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran lapangan yang memberikan kesempatan untuk mengamati dan mempraktikkan interaksi edukatif secara langsung. Melalui kegiatan menyambut dan menyapa siswa, mahasiswa PLP tidak hanya mengenal budaya sekolah, tetapi juga belajar membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi calon pendidik.

Kegiatan Salam Pagi di MTsN 4 Bantul menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Budaya salam, senyum, sapa, sopan, dan santun menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis sekaligus mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Keterlibatan mahasiswa PLP dalam kegiatan tersebut juga memperkuat keterhubungan antara pengalaman akademik di perguruan tinggi dan praktik pendidikan di sekolah. Dengan demikian, kegiatan Salam Pagi tidak hanya menjadi rutinitas penyambutan siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi calon pendidik untuk memahami pentingnya komunikasi, keteladanan, dan pembiasaan karakter dalam lingkungan pendidikan.